Beranda Pencurian Lawan Petugas, Polisi Gadungan Diganjar Timah Panas

Lawan Petugas, Polisi Gadungan Diganjar Timah Panas

124
0

PALEMBANG,– Andi (28) warga jalan Sukawinatan Kecamatan Sukarame Palembang, Jum’at (12/10) malam, diringkus unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang.

Diringkusnya Andi yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini, lantaran terlibat dalam aksi Pencurian dengan Kekerasan (Curas) terhadap korbannya Deni Candra (22), warga jalan Jayalaksana Kelurahan 3-4 Ulu Palembang.

Dimana dalam aksinya tersebut Andi bersama kedua rekannya yakni Roni dan Saiful (DPO), mengaku sebagai anggota polisi, dan berhasil merampas sepeda motor dan satu unit Handphone milik korban.

Bahkan petugas kepolisian pun terpaksa memberikan tindakan tegas kepada tersangka andi, Lantaran melawan dan mencoba kabur saat ditangkap dikediamannya.

“Ya, memang benar tersangka ini kita tangkap berawal dari laporan korbannya kasus Curas. Kemudian dilakukan penyelidikan, didapatilah tersangka A yang terlibat dalam aksi Curas tersebut, sehingga langsung kita lakukan penangkapan,” ucap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin, saat diwawancarai, pada Minggu (14/10).

Untuk modus yang dilakukan oleh tersangka Andi dan kedua rekannya yang masih dalam pengejaran, lanjut Tohirin, Bermula ketika korbannya melintas di jalan Kol H Burlian usai mengantar pacarnya pulang.

Namun, saat berada di depan SPBU Punti Kayu Kecamatan Sukarame Palembang, datang tersangka yang menggunakan sepeda motor berbonceng tiga, langsung mencegat korban. Kemudian dua rekan tersangka R dan S, langsung turun dari sepeda motor dan mengacung Senjata Api (Senpi) kearah korban.

“Pengakuan para tersangka sebagai anggota polisi untuk mengambil motor korban. Lalu lantaran takut, korban pun menyerahkan sepeda motornya. Selain itu, Handphone korban juga dirampas oleh tersangka A dan rekannya,” jelas Tohirin.

Selain berhasil meringkus tersangka A, masih dikatakan Tohirin, turut juga diamankan barang bukti berupa satu unit Handphone milik korban, dan uang sebesar Rp 200 ribu, yang diduga sisa dari hasil penjualan sepeda motor milik korban.

“Tersangka ini mendapati uang sebesar Rp 1,2 juta dari hasil penjualan sepeda motor korban. Sepeda motor tersebut dijualkan oleh rekan tersangka berinisial R di daerah OKI. Tersangka juga terpaksa diberikan tindakan tegas, dihadiahi timah panas lantaran melawan saat akan ditangkap. Atas ulahnya, tersangka dikenakan dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” tegas Tohirin.

Ditempat yang sama, tersangka Andi saat ditemui mengakui perbuatannya yang ikut dalam aksi pencurian dengan kekerasan bersama kedua rekannya. Dimana menurutnya, aksi tersebut dilakukanya usai pulang dari tempat hiburan malam.

“Kami berbonceng tiga dari Kampung Baru pak, saya yang bawa motor. Lalu di depan SPBU Punti Kayu, kami lihat ada korban bermotor sendirian, jadi langsung kami hadang di jalan,” ujar ayah 2 anak ini.

Ketika korban setop, lanjut Andi, kedua rekannya yakni R dan S, langsung turun dari sepeda motor dan mengacungkan Senpi kearah korban, untuk meminta korban menyerahkan sepeda motornya.

“R dan S yang mengaku sebagai polisi pak, sebab mereka berdua yang memegang Senpi. Jadi korban takut, dan menyerahkan sepeda motornya ke kami. Handphonenya saya yang ambil pak,” jelasnya.

Setelah berhasil mengambil sepeda motor korban, dijelaskan Andi, motornya tersebut dijualkan oleh R di daerah OKI. “Saya tidak tahu dijualkannya berapa, saya cuma diberinya uang Rp 1,2 juta,” ungkapnya menyesal. (Cdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here